KESALAHAN PEBISNIS PEMULA

Setelah hari ke 2 kemarin kita belajar tentang kiat sukses membangun bisnis, hari ini kita pelajari hal yg harus dihindari oleh pebisnis

SOK TAHU – ENGGAN BELAJAR

Kesalahan pebisnis pemula saat mengawali bisnis adalah sok tahu, merasa sudah pintar. Orang yang merasa sudah pintar, susah diberitahu, susah diberi masukan. Kerja jadi karyawan dengan merintis bisnis sendiri itu beda banget lho! Banyak sekali hal yang harus dipelajari.

Ada yang bilang:

Mulai bisnis itu nyemplung aja, ga perlu belajar yg penting action! Kalo gagal, akan jadi pelajaran berharga

Poin ini ada benarnya, tapi perlu disikapi dengan benar. Memang belajar dari kegagalan itu bagus, tapi ga enaknya ruginya buanyaakk. Akan lebih bagus belajar dari kesalahan dan kegagalan orang lain. Jadi kerugian yang kita alami ga gede-gede banget.

Apa kesimpulan poin ini? Saat mengawali bisnis jangan kepedean, jangan sok tahu. Belajar dari orang yg sudah punya pengalaman. Belajar bisa darimana2 lho. Bisa dari buku, ikut seminar, ikut group sharing dll.

GA FOKUS !

Apa yang membuat satu bisnis tidak melesat cepat? Karena si owner mengerjakan banyak bisnis. Semua peluang bisnis diambil, ujung2nya pusing sendiri, karena bukannya berkembang malah banyak yang tutup.

Memangnya mempunyai banyak bisnis ga boleh? Tentu saja boleh. Namun yang perlu diperhatikan adalah: kita masih merintis, artinya modal terbatas, tim terbatas (atau malah ga ada). Kalo kondisinya begini, bisnis yang dijalani akan sulit berkembang. Karena si owner GA FOKUS.

Berbeda cerita jika memang punya banyak tim dan modal ga terbatas. Punya banyak bisnis boleh, ambil banyak peluang bisnis boleh. Tapi ingat, jika kita masih merintis, maka usahakan untuk FOKUS pada satu bidang bisnis. Fokus besarkan satu bisnis dulu sebelum pindah ke yang lain. Ingat ilustrasi Kaca Pembesar (Loop). Konsep kerjanya mirip, loop bisa membakar kertas ketika sinar matahari fokus ke satu bidang.

Nah sama halnya dengan bisnis. Jika kondisi kita masih merintis, maka fokus ke satu bisnis dulu, besarkan, kembangkan sampai milyaran, baru pindah buat bisnis yang lain.

UANG BISNIS CAMPUR DENGAN UANG PRIBADI

Saya yakin judul diatas banyak dilakukan teman-teman hehe. Yes, karena hasil survei ke pebisnis pemula, ternyata banyak sekali pebisnis yang melakukan hal ini. Maksudnya bagaimana ya? Maksudnya begini. Saat kita menjalani bisnis, akan ada pemasukan dari hasil jualan. Nah kesalahannya adalah uang bisnis dicampur dengan uang pribadi. Contohnya kedua jenis sumber uang tersebut masuk ke rekening yang sama.

TIPS: Pisahkan uang pribadi dan uang bisnis ke rekening yang berbeda.

Mengapa harus dipisahkan? Karena jika dicampur, kecenderungannya si owner akan menggunakan hasil bisnis untuk kepentingan pribadi. Ujung2nya ga terasa uang hasil bisnis yang harusnya dipakai untuk ekspansi, untuk operasional bisnis, malah habis duluan karena dipakai utk kepentingan pribadi. Uang bisnis harus dipisahkan dari uang pribadi. Karena peruntukannya berbeda.

MAUNYA MENGERJAKAN SENDIRI

Beberapa orang cenderung lebih suka berbisnis sendiri tanpa bantuan orang lain. Padahal konsep ini salah. Bisnis yang sukses tidak lahir dari satu orang, melainkan dari sebuh tim kerja. Kita perlu pahami bahwa membangun bisnis pada akhirnya memerlukan tim kerja atau karyawan.

Berbisnis sendirian tidak salah, mungkin tujuannya adalah menekan biaya. Tapi ingat bisnis yang ingin berkembang membutuhkan tim. Tahukah Anda, bisnis yang sukses milyaran bukan dikerjakan oleh satu orang, melainkan oleh tim bisnis. Oleh tim kerja atau karyawan.

Makanya ada istilah seperti ini, TEAM : Together Everyone Achieve More.

Membangun tim bisnis atau karyawan sangat penting. Karena pada dasarnya kita ga bisa mengerjakan semuanya sendirian. TIPS: mulailah belajar mendelegasikan pekerjaan kita ke orang lain. Carilah orang yang memilki skil untuk jualan, untuk mencatat administrasi, atau untuk membantu produksi. Tidak perlu langsung banyak, mulai dengan tim kecil. Karena suatu bisnis dengan ribuan karyawan juga dimulai dari tim yang kecil.

© 2018 EDNOVATE All Rights Reserved.